WhatsApp

Click To Chat

Kupas Tuntas Rahasia Konten Media Sosial

Maksimalkan konten media sosial sebagai media pemasaran brandmu, picture by canva.com

Konten media sosial sekarang bukan cuma pelengkap di media sosial. Banyak calon customer menilai brand Anda dari sana dulu, jauh sebelum mereka klik website atau tanya harga. Karena itu, social media management bukan sekadar urusan jadwal posting. Ini soal menjaga konsistensi pesan, visual, dan rasa brand, supaya persepsi yang terbentuk di kepala audiens tidak liar dan tidak berubah-ubah.

Yang bikin melelahkan, Anda bisa saja sudah rutin posting, visualnya rapi, caption-nya juga niat, tapi hasilnya tetap naik turun tanpa alasan yang jelas. Hari ini ramai, besok sepi. Minggu ini engagement naik, minggu depan seperti tidak ada yang lihat. Di momen seperti ini, rasanya seperti sudah kerja keras tapi tidak ada pegangan. Padahal biasanya masalahnya bukan Anda kurang usaha, melainkan konten media sosial Anda belum punya cara kerja yang konsisten dan terukur.

Kenapa Konten Terlihat Bagus Tapi Tidak Bekerja Maksimal

Konten media sosial bisa terlihat bagus menurut standar internal tim, tapi tidak bergerak karena arah dan responsnya belum kebentuk. Arah maksudnya sederhana, konten ini dibuat untuk siapa dan tujuannya apa. Respons maksudnya lebih praktis lagi, apakah konten Anda membuat orang berhenti scroll, membaca sampai habis, menyimpan, membagikan, atau minimal meninggalkan interaksi yang relevan.

Jadi sebelum Anda mengejar yang viral, ada baiknya Anda memastikan konten Anda punya pondasi yang benar. Konten media sosial yang tepat itu bukan yang sekali meledak, tapi yang konsisten membangun perhatian, kepercayaan, lalu membawa audiens ke langkah berikutnya.

Bagaimana Konten Media Sosial yang Tepat?​

Bagaimana Cara Membuat Konten Media Sosial yang Tepat?

Bagaimana cara membuat konten media sosial yang tepat? picture by canva.com

Untuk menarik perhatian dan membangun kepercayaan target market, Anda harus menciptakan konten yang informatif, menghibur, dan berbeda dengan konten-konten lainnya. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan estetika visual dari konten yang ditampilkan. Yang paling penting, konten tersebut harus relevan dengan brand Anda. Karena konten media sosial tersebut harus bisa menjual brand Anda agar calon klien tertarik dan menaruh rasa percaya pada brand Anda.

Baca juga: Konten Media Sosial Terbaik untuk Bisnis

Informatif

Konten media sosial yang Anda buat harus berisi informasi yang dapat menunjukkan brand expertise Anda. Anda bisa bagikan tips-tips berguna yang dapat diaplikasikan dalam keseharian target market Anda. Contohnya, sebagai bisnis busana wanita, maka target market Anda merupakan remaja hingga dewasa. Anda bisa bagikan tips-tips mengenai cara mix and match antara pakaian yang Anda jual dengan sepatu, perhiasan, dan sebagainya. Atau buat konten video mix-and-match  brand Anda sendiri. Setelahnya, Anda bisa memberikan edukasi mengenai produk yang Anda jual, seperti contohnya perbedaan antara bahan katun dan bahan sutra.

Hiburan

Untuk menghilangkan kesan kaku, Anda dapat membuat konten media sosial yang menghibur. Hal ini juga berguna untuk menjalin komunikasi dan koneksi antara brand Anda dengan audiens yang berpotensi besar menjadi calon klien Anda.

Anda bisa menanggapi komentar-komentar yang dituliskan oleh followers Anda dengan sedikit guyon. Jadilah ‘teman’ mereka. Perhatikan trend yang terjadi dan usahakan untuk selalu up-to-date. Contohnya, buatlah games yang unik dan tidak terlalu sulit, beri hadiah kecil-kecilan sebagai penyemangat. Hal tersebut akan membuat mereka tertarik untuk mengikuti games yang Anda buat. Hal ini dapat berdampak pada kenaikan engagement dari brand Anda. Namun, jangan terlalu berlebihan. Karena nantinya audiens hanya akan follow Anda jika ada imbalan, bukan memang menyukai produk Anda.

Berbeda dari Yang Lain

Untuk berbeda dari yang lain, Anda harus menunjukkan konten yang original dan mencerminkan siapa Anda sebenarnya. Jadi tunjukkan brand personality Anda. Konten-konten yang menarik memang boleh Anda jadikan inspirasi. Namun, tetap pastikan bahwa konten yang Anda buat mampu menunjukan karakter dan persona yang mewakili brand Anda. Buatlah trend Anda sendiri. Singkatnya, cobalah untuk menciptakan sesuatu yang out-of-the-box.

Rahasia yang Sering Tidak Disadari: Algoritma dan Audiens

Platform mendorong konten berdasarkan respons audiens, bukan karena konten Anda sudah rapi atau Anda merasa sudah niat. Konten yang cenderung naik biasanya memicu aksi yang jelas, seperti orang berhenti scroll, menonton lebih lama, membaca sampai akhir, menyimpan untuk dibuka lagi, share, atau meninggalkan komentar. Karena itu, saat Anda menyusun konten di media sosial, jangan hanya fokus pada apa yang ingin disampaikan, tapi juga rancang respons apa yang Anda ingin terjadi setelah audiens melihatnya.

Di sisi lain, alasan orang membagikan konten juga sederhana, mereka merasakan value. Ada yang membagikan karena kontennya praktis dan membantu, ada yang karena lucu dan terasa dekat, ada juga yang karena membuat mereka merasa lebih paham lalu ingin menunjukkan itu ke orang lain. Kalau konten Anda punya alasan kuat untuk dibagikan, sinyalnya biasanya terbaca dan algoritma ikut mendorongnya. Jadi rahasia konten media sosial sering kali bukan soal trik, tapi soal desain respons yang tepat untuk manusia dan platform.

Kesalahan yang Harus Dihindari

Kesalahan dalam Meng-upload Konten Media Sosial

Kesalahan dalam Meng-upload Konten Media Sosial, picture by canva,com

Untuk menghindari adanya kerugian yang dapat ditimbulkan, Anda harus memperhatikan dan menghindari kesalahan-kesalahan berikut.

Hindari Konten yang Tidak Relevan​

Pertama, selalu buat konten yang relevan. Jangan menggunakan konten yang tidak ada hubungannya dengan brand Anda. Misalnya, jika Anda menjual pakaian maka jangan post konten cara merawat hewan atau mengunggah foto-foto hewan peliharaan Anda. Selan itu, jangan tampilkan quotes-quotes yang tidak ada hubungannya dengan brand Anda. Audiens Anda akan bingung dan berpikir bahwa Anda tidak profesional dan serius dalam melaksanakan bisnis.

Foto dengan Kualitas Buruk​

Kedua, postig konten yang berkualitas baik. Jika Anda melakukan pemasaran pada media sosial, maka visual merupakan modal utama yang perlu Anda perhatikan. Karena calon pelanggan Anda tidak bisa melihat produk Anda secara langsung, maka mereka akan membuat keputusan melalui apa yang mereka lihat. Jika foto yang Anda gunakan dalam konten media sosial Anda merupakan foto dengan kualitas buruk, maka calon pelanggan tidak bisa mengetahui dengan jelas akan produk Anda. Jadi, selalu usahakan untuk menggunakan foto dengan kualitas baik agar calon pelanggan Anda percaya dengan brand Anda.

Terlalu ‘Menjual’​

Terakhir, jangan menjual secara berlebihan. Tujuan Anda di media sosial ini memanglah untuk menjual produk/jasa Anda. Namun, jika Anda selalu posting konten media sosial yang berisi hard selling akan terkesan memaksa. Tawarkanlah produk atau jasa yang Anda jual melalui cara halus (soft selling) sehingga followers Anda tidak merasa dipaksa untuk harus menggunakan produk atau jasa Anda. Tawarkan produk tanpa menjual. Berikan konten berupa hiburan, edukasi, hingga social proof. Dengan demikian, followers Anda pun akan mendapatkan sesuatu dari konten yang Anda berikan.

Eksekusi Konten Media Sosial

Kalau Anda ingin konten media sosial lebih rapi hasilnya, jangan berhenti di tahap membuat. Yang paling aman adalah punya alur kerja yang jelas, dari cara menyusun pesan, cara menemukan ide, sampai cara menilai performa tanpa ikut mood harian.

Hook, Value, Proof, CTA

Hook berfungsi membuat audiens berhenti scroll dalam beberapa detik pertama, jadi kalimat pembuka harus langsung mengarah ke masalah atau rasa penasaran yang relevan. Setelah itu masuk ke value, yaitu manfaat inti yang audiens dapat tanpa perlu menebak-nebak.

Proof membuat konten Anda terdengar kredibel, bukan sekadar opini, bisa dari hasil kerja, testimoni, data singkat, atau proses yang terlihat nyata. CTA menutup konten dengan arah yang jelas, ajakannya tetap tegas tapi tidak memaksa, sehingga audiens paham langkah berikutnya.

Ide Datang dari Masalah Nyata Audiens

Kalau Anda sering mentok ide, biasanya karena Anda terlalu banyak mencari referensi dari luar sampai akhirnya semua terasa mirip. Padahal bahan ide terbaik biasanya sudah ada dari pertanyaan yang sering masuk, kesalahan yang berulang, komplain yang muncul terus, atau hal yang sering disalahpahami customer.

Series sangat membantu supaya Anda tidak mulai dari nol setiap kali. Audiens juga lebih mudah kembali karena mereka merasa kontennya punya lanjutan dan ritme yang konsisten.

Konten Tidak Selesai Saat Diunggah

Konten media sosial tidak cukup diposting lalu ditinggal, karena engagement sering terjadi setelah publikasi, bukan sebelum. Respons komentar, balas DM, dan ikut membangun percakapan adalah bagian dari strategi yang memperpanjang umur konten dan memperkuat kedekatan brand.

Baca Insight Berdasarkan Pola

Performa konten memang naik turun, jadi jangan menilai hanya dari satu hari atau satu postingan. Fokuslah ke pola yang konsisten, konten mana yang berulang kali menghasilkan sinyal baik, lalu ulang pendekatannya dengan variasi yang tetap relevan.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Konten apa saja yang ada di media sosial?

Konten media sosial itu cukup luas. Umumnya mencakup foto, video pendek, video panjang, carousel, story, live, reels, konten edukasi, konten hiburan, testimoni, behind the scenes, hingga konten promosi. Bentuknya bisa berbeda di tiap platform, tapi intinya sama, konten tersebut dipakai untuk menyampaikan brand message dan membangun interaksi di media sosial.

Apa contoh konten di media sosial?

Contoh konten media sosial yang sering dipakai brand adalah tips singkat yang relevan dengan audiens, tutorial atau how to, before after, review dari customer, cerita proses produksi atau layanan, tanya jawab, polling di story, konten tren yang disesuaikan dengan karakter brand, serta konten soft selling seperti penawaran yang dibungkus edukasi atau social proof. Yang paling penting, contoh konten di media sosial harus tetap nyambung dengan kebutuhan audiens dan tujuan brand.

Apa saja jenis media sosial?

Secara umum, jenis media sosial bisa dibagi berdasarkan fungsinya. Ada social networking untuk membangun koneksi seperti Facebook dan LinkedIn, ada media sharing untuk foto dan video seperti Instagram, TikTok, dan YouTube, ada microblogging untuk update singkat seperti X, ada messaging community seperti WhatsApp, Telegram, dan Discord, ada forum diskusi seperti Reddit dan Kaskus, serta ada social commerce yang menggabungkan konten dan transaksi seperti TikTok Shop atau fitur shop di platform tertentu. Pemilihan jenis media sosial sebaiknya disesuaikan dengan target audiens dan strategi social media management Anda.

Kesimpulan

Pada akhirnya, konten media sosial yang efektif di media sosial bukan soal sekali viral, tapi soal cara kerja yang konsisten. Saat Anda punya arah yang jelas, paham respons apa yang ingin dibangun dari audiens, dan rutin mengevaluasi pola performa, konten media sosial Anda akan terasa lebih terukur dan lebih mudah ditingkatkan dari waktu ke waktu. Di situlah social media management berperan, bukan sekadar memastikan Anda rutin posting, tetapi memastikan setiap konten punya tujuan, rasa brand yang konsisten, dan alur yang membawa audiens ke langkah berikutnya.

Nah, sekarang Anda sudah mengetaui rahasia konten viral, sekarang saatnya untuk eksekusi! Monelo dapat membantu Anda membuat konten media sosial yang tepat bagi brand Anda untuk menghasilkan konten yang selaras dan mampu meningkatkan sales bisnis Anda.

Leave a Reply

Post Views: 2,036
Mulai Percakapan