Hindari 3 Hal Ini Saat Mempromosikan Brand

Dalam sebuah bisnis, promosi adalah setiap komunikasi yang berusaha mempengaruhi orang untuk membeli produk atau jasa. Bisnis umumnya mempromosikan brand, produk, dan layanan mereka dengan mengidentifikasi target audiens dan menemukan cara untuk menyampaikan pesan mereka kepada audiens tersebut. Menurut The Balance Small Bussiness promosi adalah istilah umum yang mencakup semua cara yang dapat dilakukan bisnis untuk meningkatkan visibilitas produk, layanan, atau mereknya.

Artinya promosi merupakan suatu aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan. Iklan poster di halte bus merupakan salah satu bentuk mempromosikan brand. Begitu pula dengan penjual yang mendiskon harga suatu produknya untuk jangka waktu tertentu.

Promosi adalah aspek penting dalam bisnis apa pun. Namun sayangnya, kesalahan dalam mempromosikan brand juga sering kali terjadi diakibatkan oleh ketidaktahuan atau kurangnya pengalaman dan informasi si pelaku bisnis dalam menjalankan aktivitas marketingnya. Akibatnya kegiatan mempromosikan brand yang bertujuan sebagai brand awareness tidak berjalan secara maksimal. Untuk itu Anda perlu memperhatikan beberapa hal yang harus dihindari saat sedang mempromosikan brand Anda.

Baca juga: 10 Tool Gratis Untuk Mengoptimalkan Marketing Anda 

Menganggap Nama Brand Itu Tidak Penting

Poin pertama ini merupakan langkah awal yang harus Anda pikikan terlebih dahulu. Mungkin terkesan sepele tapi sebuah nama adalah hal pertama yang didengar orang saat Anda memberi tahu mereka tentang perusahaan Anda. Mengapa memberi nama pada sebuah brand itu penting saat akan mempromosikan brand tersebut? Karena sebuah brand dengan nama yang unik, menarik dan memiliki arti yang baik merupakan cara untuk menciptakan hubungan emosional dengan konsumen, oleh karena itu, nama harus menjadi sesuatu yang menarik bagi mereka.

Memilih nama untuk sebuah brand membutuhkan kreativitas dan permainan kata tertentu sehingga unik, tetapi tidak ambigu dan dengan mudah menyampaikan tentang brand Anda.Sebagai pertimbangan, Anda sebaiknya memilih nama yang sederhana dan tidak terlalu spesifik. Pemilihan nama brand bukan hanya harus memiliki arti yang baik, tapi juga harus memiliki kemudahan bagi Anda dalam branding, dan kemudahan bagi pelanggan Anda untuk mengingat dan mencarinya.Nama yang sederhana dan lugas membuat calon konsumen lebih mudah mengingat brand Anda. Sedangkan maksud dari tidak memilih nama yang terlalu spesifik adalah untuk berjaga-jaga apabila dikemudian hari ingin mengembangkan bisnis ke lini lainnya, Anda tidak perlu mengganti nama dan memulai proses branding dari awal lagi.

Baca juga: Jangan Pakai 10 Teknik Marketing Ini di Instagram!

Tidak Mengetahui Target Market

Hal yang harus dihindari saat mempromosikan brand selanjutnya yaitu tidak mengetahui audiens yang dituju. Jika sejak awal tidak menentukan target yang akan dituju, maka branding yang dilakukan akan sia-sia. Mengidentifikasi target market dapat membantu perusahaan Anda mengembangkan promosi brand yang efektif. Menurut Small Business Chron target market adalah sekumpulan individu yang memiliki kebutuhan atau karakteristik serupa yang ingin dilayani oleh perusahaan Anda.

Dengan menentukan target market memungkinkan Anda untuk fokus pada usaha mempromosikan brand Anda dengan biaya yang seefektif mungkin. Khususnya untuk bisnis pemula, mengidentifikasi dan memahami segala sesuatu tentang target market dan target audiens sangat penting untuk sukses. Dalam menentukan hal ini memang membutuhkan waktu dan riset yang cukup lama.

Mengetahui target market dengan tepat dapat membuat Anda mempromosikan brand dengan efektif dan efisien. Dengan mengetahuinya, promosi yang dituju menjadi terfokus dan tidak salah sasaran. Jadi, penting bagi Anda untuk mengetahui target market Anda terlebih dahulu sebelum mempromosikan brand Anda agar hasilnya dapat maksimal.

Baca juga: Tipe-Tipe Digtal Marketing yang Harus Anda Ketahui

Tidak Memaksimalkan Media Sosial

Menurut data dari  “Digital Around The World 2019” menyatakan bahwa dari total 268 juta penduduk Indonesia, ada lebih dari 150 juta orang yang menggunakan media sosial. Dan mereka menghabiskan waktu rata-rata 3 jam 26 menit setiap harinya mengakses media sosial untuk tujuan apapun. Melihat angka yang cukup besar tersebut, pemanfaatan media sosial sebagai media untuk mempromosikan brand Anda bisa menghasilkan impact yang cukup besar. Sayangnya, dengan potensi media sosial yang sangat besar ini, masih ada saja pebisnis yang tidak memanfaatkannya secara tepat.

Dikutip dari Sprout Social, salah satu cara memaksimalkan media sosial yaitu dengan menerapkan SMART Goals:

Smart: Tujuan Anda harus sederhana dan jelas.

Measureable: Di sinilah analitik berperan. Anda dapat menentukan sasaran yang terukur sesuai dengan target Anda.

Achievable: Anda harus mengetahui apakah sasaran itu dapat dicapai atau tidak dalam sumber daya yang Anda miliki?

Realistic: Dengan sumber daya waktu dan uang Anda saat ini, mungkinkah mencapai tujuan Anda?

Time-bound: Setiap sasaran membutuhkan waktu.

Selain itu, memanfaatkan link-on-bio tools pada Instagram juga menjadi salah satu cara memaksimalkan media sosial dalam rangka mempromosikan brand Anda. dengan memanfaatkan fitur link-on-bio tools pada Instagram, Anda dapat memasukan beberapa link sekaligus dalam satu link.

Baca juga: Link on Bio di Instagram, Perlu Nggak Sih?

Nah, setelah mengetahui 3 hal yang harus Anda hindari saat sedang mempromosikan brand, diharapkan Anda dapat membangun promosi brand yang maksimal dan tefokus pada tujuan Anda.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Post Views: 193