Begini Cara Tentukan Target Market Sosial Media yang Tepat

Bagaimana cara menentukan target market yang tepat?

Bagaimana cara menentukan target market yang tepat? picture by canva.com

Target market di social media adalah langkah awal yang menentukan arah strategi bisnis, baik untuk B2B maupun UMKM. Mengapa ini penting? Karena tanpa definisi audiens yang jelas, konten akan terasa menyebar, engagement sulit naik, iklan tidak efisien, dan biaya produksi konten serta budget ads bisa membengkak tanpa hasil yang sepadan. Singkatnya, menentukan target market social media yang tepat membantu Anda memilih channel yang paling relevan, menyusun pesan dan format konten yang sesuai, menyasar audiens yang benar lewat iklan, sekaligus membuat aktivitas social media management lebih terukur dari sisi reach, engagement, dan leads.

Pengertian Target Market

Dilansir dari Hootsuite audiens atau pasar sasaran adalah kelompok orang tertentu yang ingin Anda jangkau dengan social channel Anda. Mereka adalah orang-orang yang paling mungkin tertarik dengan konten, produk, atau layanan Anda. Mereka cenderung dikelompokkan berdasarkan beberapa karakteristik umum, seperti demografi dan perilaku. Umumnya, mereka akan memiliki karakteristik yang sama dalam hal kebiasaan, demografi, dan lainnya.

Target pasar juga dapat dikatakan sebagai upaya atau kegiatan untuk mengelompokkan orang-orang berdasarkan segmentasi mereka. Dari segmentasi ini, Anda dapat mengolah data yang diperoleh dan menentukan segmen mana yang paling sesuai dengan karakteristik bisnis yang Anda jalankan. Ketika Anda sedang mengembangkan definisi target Anda, maka Anda bisa memulai dengan kategori yang luas seperti milenial atau orang tua.

Cara Mengidentifikasi Target Market di Social Media

Bagaimana cara menemukan target market social media yang tepat? Mulailah dengan mengidentifikasi siapa audiens yang ingin Anda jangkau di tiap channel, lalu terjemahkan temuannya menjadi keputusan praktis dalam social media management: platform apa yang diprioritaskan, gaya komunikasi yang dipakai, pilar konten yang disusun, sampai jenis iklan yang dijalankan. Mengacu pada kerangka pertanyaan dasar, Anda bisa mulai dengan menjawab beberapa hal berikut agar definisi audiens menjadi lebih tajam.

Apa yang Anda Jual dan Apa yang Membuatnya Begitu Unik?​

Apa yang membuat produk atau layanan Anda unik? Apa yang membuat produk Anda berbeda dari yang dapat dibeli orang dari brand lainnya?

Kepada Siapa Anda Ingin Menjual Produk Anda?​

Kepada siapa Anda ingin menjual produk Anda? Apakah Anda menjual kepada orang tua? Untuk pensiunan? Remaja? Anak-anak? Kepada orang-orang yang peduli dengan lingkungan? Atau bahkan target pasar yang lebih spesifik?

Mengapa Orang Harus Membeli Produk atau Layanan Anda?​

Apa value brand Anda di social media? Apakah Anda memberi konten edukasi yang memudahkan audiens, review atau insight yang membuat mereka percaya, penawaran yang mendorong tindakan (DM/klik link), atau layanan responsif lewat DM/WhatsApp? Value ini penting karena di social media, audiens tidak hanya menilai produk atau jasa Anda, tetapi juga menilai apakah konten Anda layak di-like, save, share, dan akhirnya convert menjadi sales.

Langkah-Langkah dalam Menentukan Target Market yang Tepat

Jika Anda sudah memiliki jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas, Anda harus melakukan empat langkah-langkah dalam menentukan target market yang sesuai dengan brand Anda, yaitu:

Fokus Pada Target Market Anda ​

Fokus pada target market Anda. Banyak pemilik bisnis terjebak dalam keyakinan bahwa produk atau layanan mereka untuk semua orang, sehingga konten dan pesan brand menjadi kurang fokus. Padahal, meskipun bisnis Anda bisa menarik pasar yang luas, Anda tetap perlu mengidentifikasi siapa audiens ideal Anda di social media. Dengan begitu, bukan hanya iklan yang lebih tepat sasaran, tetapi juga strategi konten, gaya komunikasi, dan interaksi (reply komentar/DM) bisa disusun sesuai minat, kebutuhan, dan kebiasaan audiens tersebut.

Teliti Market Anda

Research target market Anda lewat data social media. Memahami audiens tidak cukup hanya “feeling”, karena social media menyediakan insight yang bisa dibaca, seperti demografi followers, jam aktif, performa tiap jenis konten, topik yang paling banyak disimpan/dibagikan, hingga pola pertanyaan yang sering masuk lewat komentar dan DM. Dari sini, Anda bisa memastikan konten dan iklan berjalan sesuai kebutuhan audiens, sehingga strategi social media management lebih efektif dan mudah dievaluasi.

Pilih Demografi Spesifik Untuk Ditargetkan ​

Pilihlah demografi yang spesifik. Cari tahu siapa yang membutuhkan produk atau layanan Anda dan siapa saja yang kemungkinan besar akan membelinya.

Demografi adalah segala sesuatu yang terkait dengan dinamika penduduk. Hal ini meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, lokasi, tingkat pendapatan, status pernikahan, dan lainnya. Ketahui demografi dari calon pembeli produk atau jasa yang Anda jual. Dengan demikian, tentu Anda akan mengetahui seberapa besar target pasar Anda dan pendekatan pemasaran apa yang paling tepat Anda lakukan.

Jadi, dari data demografik target market, Anda akan mengetahui apakah produk atau brand yang Anda pasarkan cocok dengan klasifikasi di atas. Sehingga Anda akan lebih fokus dalam melakukan pemasaran tepat pada sasaran yang dituju.

Penargetan Secara Geografik​

Penargetan geografis adalah pengelompokan target market berdasarkan lokasi atau wilayah. Hal-hal yang perlu Anda perhatikan antara lain lingkungan, kode pos, kota, provinsi, hingga radius area layanan. Dalam konteks social media, penargetan geografis berguna untuk menentukan konten lokal, kolaborasi, serta pengaturan iklan berbasis lokasi.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apa target pasar untuk media sosial?

Target pasar untuk media sosial adalah kelompok orang yang paling ingin Anda jangkau lewat konten dan aktivitas di platform seperti Instagram, TikTok, Facebook, LinkedIn, atau X. Mereka biasanya punya karakteristik yang mirip dari sisi demografi seperti usia, lokasi, pekerjaan, sampai perilaku seperti topik yang mereka minati, jenis konten yang mereka konsumsi, kebiasaan berinteraksi, serta alasan mereka mengikuti sebuah brand. Saat target pasarnya jelas, Anda jadi lebih mudah menentukan gaya komunikasi, format konten, dan channel yang paling efektif.

Bagaimana cara menentukan target audiens dalam kampanye sosial digital marketing?

Mulailah dari data. Anda bisa lihat performa konten dan insight platform untuk membaca siapa yang paling sering engage, jam aktif mereka, konten mana yang paling banyak disimpan atau dibagikan, dan pola pertanyaan yang masuk lewat komentar atau DM. Setelah itu, cocokan dengan tujuan kampanye, apakah ingin awareness, leads, atau sales, karena tiap tujuan butuh tipe audiens dan pendekatan konten yang berbeda. Lalu tentukan segmentasi yang lebih spesifik untuk iklan, misalnya berdasarkan lokasi, minat, perilaku, dan intent, kemudian lakukan uji coba beberapa versi pesan dan kreatif agar Anda tahu mana yang paling efektif. Kalau ingin prosesnya lebih rapi, Monelo biasanya membantu dari tahap pemetaan audiens, pemilihan channel, sampai evaluasi dan optimasi kampanye berdasarkan report performa.

Target market isinya apa saja?

Target market biasanya berisi gambaran yang cukup lengkap tentang siapa audiens Anda dan bagaimana cara mereka mengambil keputusan. Isinya mencakup demografi seperti usia, jenis kelamin, lokasi, pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan. Lalu psikografi seperti minat, gaya hidup, value, dan preferensi. Ada juga perilaku digital seperti platform yang paling sering dipakai, tipe konten yang mereka suka, jam aktif, kebiasaan belanja, serta pemicu yang membuat mereka tertarik, misalnya promo, edukasi, testimoni, atau before-after. Terakhir, yang sering dilupakan tapi penting untuk social media management adalah pain point dan tujuan audiens, karena dua hal ini yang paling menentukan ide konten, angle komunikasi, dan penawaran yang akan Anda push di kampanye.

Kesimpulan

Pengelompokan ini membantu Anda memahami kebutuhan audiens di tiap wilayah karena perilaku konsumsi dan preferensi bisa berbeda. Dengan data tersebut, konten dan iklan dapat dibuat lebih relevan secara lokal. Contohnya, coffee shop dapat menargetkan audiens dalam radius 3–5 km untuk promosi menu baru lewat Instagram Story Ads, atau klinik kecantikan dapat memfokuskan konten dan iklan ke area layanan tertentu karena mayoritas booking berasal dari wilayah itu.

Setelah mengetahui cara menentukan target market sosial media, Anda akan lebih mudah menyusun strategi yang fokus dan terukur. Prosesnya memang membutuhkan waktu dan pengujian, mulai dari membaca insight, mencoba beberapa format konten, sampai mengevaluasi performa iklan. Namun dengan pendekatan yang tepat, Anda akan menemukan pola audiens yang paling responsif terhadap brand Anda. Sebagai partner social media management, Monelo dapat membantu memetakan target market, memilih channel yang paling relevan, menyusun content pillar dan kalender konten, menjalankan iklan yang tepat sasaran, serta membuat laporan performa agar strategi terus berkembang berdasarkan data.

Leave a Reply

Post Views: 1,985