Perilaku Ini Dapat Menahan Anda Dari Kesuksesan

Sukses tidak terjadi secara kebetulan. Orang-orang sukses bekerja keras pada diri mereka sendiri dan bisnis mereka. Yang terpenting, mereka belajar untuk berhenti menghalangi upaya mereka dengan menghindari perilaku yang dapat menahan mereka dari kesuksesan.

Selain rajin, tekun dan juga gigih, ada satu hal penting yang tidak boleh luput dari seorang pengusaha, yaitu perilaku. Perilaku seorang pengusaha haruslah baik dan tidak melenceng karena percaya atau tidak, perilaku seseorang juga menjadi bagian dari yang menentukan kesuksesan seseorang. Ada beberapa hal yang sebaiknya Anda hindari demi keberlangsungan bisnis Anda. Mungkin beberapa diantaranya memang tidak menyadari bahwa mereka secara tidak langsung memiliki perilaku, sifat atau kebiasaan yang tidak seharusnya dimiliki oleh seorang pengusaha. Semakin lama Anda mempertahankan kebiasaan buruk ini, semakin kecil kemungkinan Anda untuk mencapai kesuksesan sebagai hasilnya.

Apa saja perilaku yang dapat menahan Anda dari kesuksesan? Simak ulasannya berikut ini!

Tidak Memiliki Jiwa Pemimpin

Setiap pengusaha ingin bisnisnya sukses, tetapi kenyataan yang menyedihkan adalah bahwa hanya sebagian kecil dari startup yang bertahan setelah dua tahun pertama beroperasi. Dan alasannya adalah kepemimpinan yang buruk. Dikutip dari Mindtool seorang pemimpin adalah mereka yang membantu diri mereka sendiri dan orang lain untuk melakukan hal yang benar. Mereka menetapkan arah, membangun visi yang menginspirasi, dan menciptakan sesuatu yang baru. Kepemimpinan adalah tentang memetakan ke mana Anda harus pergi untuk “menang” sebagai tim atau organisasi; dan hal yang dilakukan itu secara dinamis, menarik, dan seklaigus menginspirasi.

Seorang pemimpin setidaknya memiliki 5 kebutuhan esensial yang harus dimiliiki, yaitu komunikasi yang baik, kreativitas, motivasi, menerima kritik dan saran, serta memiliki jiwa yang positif.

Jika seorang pemimpin tidak memiliki keahlian untuk memimpin, dapat dipastikan bahwa perusahaan yang dikelola olehnya tidak dapat berjalan dengan lancar. Untuk itu pentingnya memiliki jiwa kepemimpinan (leadership) sangatlah penting dan perlu dilatih untuk mengasah skill tersebut.

Tidak Memiliki Visi/Arah Tujuan

Memiliki rencana itu bagus, dan penting bagi Anda untuk memiliki visi yang jelas tentang bagaimana rencana itu akan berjalan. Jika Anda mendapati diri Anda terus-menerus membicarakan rencana tersebut tanpa membuat pencapaian yang berarti untuk mencapainya, bisa dikatakan Anda tidak memiliki arah tujuan karena Anda tidak berjalan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan. Meskipun tujuan dan rencana sudah dibuat, namun kita tidak fokus untuk mengejar tujuan tersebut, sama saja dengan Anda tidak memiliki tujuan yang jelas.

Dalam bisnis, dengan menetapkan tujuan yang jelas dan terukur Anda akan bisa memastikan bahwa perusahaan yang Anda pimpin akan selalu bergerak maju. Namun, apakah visi itu sendiri? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya jika Anda mengetahu jawaban dari pertanyaan ini.

Apa yang sebenarnya Anda lakukan dalam bisnis ini?

Dikutip dari Realise Marketing, visi ditetapkan untuk menggambarkan bisnis dengan jangka menengah hingga panjang. Visi berfungsi sebagai pengingat harian untuk tindakan mana yang harus diambil untuk memajukan bisnis. Memiliki tujuan atau visi yang jelas berguna sebagai fondasi yang akan digunakan untuk membangun bisnis Anda, menanamkan budaya motivasi dan empoering pada sesama rekan tim.

Terlalu menjanjikan (over-promising)

Ketika Anda memiliki bisnis baru, Anda memiliki banyak hal untuk dibuktikan, dan jika Anda ingin kesempatan memenangkan klien terbaik, Anda harus membuat mereka terkesan dengan ‘membengkokkan’ kebenaran dan melebih-lebihkan kapasitas Anda, bukan? Salah.

Menjanjikan sesuatu secara berlebihan adalah solusi jangka pendek untuk satu masalah yang akan menyebabkan lebih banyak masalah dalam jangka panjang. Percaya diri dan memberikan janji pada pelanggan memang dibolehkan, malah hal itu merupakan salah satu strategi yang dapat diperhitungkan. Namun, apa jadinya jika Anda terlalu berlebihan saat memberikan janji-janji tersebut? Apakah hal tersebut akan mendatangkan lebih banyak pelanggan? Bisa jadi. Tapi apakah para pelanggan tersebut dijamin puas dengan pelayanan perusahaan Anda? Belum tentu!

Lalu apa yang akan terjadi jika kita over-promising?  Mengapa over-promising bisa menjadi masalah? Over-promising bisa menjadi masalah karena Anda tidak bisa menepati dan memberikan semua janji-janji yang Anda berikan pada pelanggan-pelanggan Anda, hal itu dapat menyebabkan pelanggan tidak puas, kecewa, dan bahkan marah sehingga mereka akan ‘takut’ untuk kembali melakukan kerjasama dengan perusahaan Anda. Tak perlu diragukan lagi, hal ini akan berdampak negatif pada keuntungan pribadi sekaligus juga keuntungan bisnis Anda.

Kesuksesan tidak datang secara instan, kesuksuksesan juga bukan hanya semata-mata tentang keberuntungan. Ini tentang fokus, tekad, optimisme, dan kerja keras. Mengubah pola pikir dan perilaku Anda bisa jadi rumit pada awalnya, tetapi hasilnya sepadan dengan usaha ekstra yang dikeluarkan. Untuk itu pentiingnya kita semua agar terhindar dari prilaku yang buruk menjadi sebuah harapan bagi seluruh tim yang bekerja. Tetap semangat dan optimis dalam mencapai tujuan dan jangan lupa juga untuk selalu terapkan nilai-nilai poitif agar bisnis yang dijalankan dapat berjalan dengan lancar.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave A Comment

Post Views: 88