Gunakan 4 Tips Psikologi Marketing Ini Agar Bisnis Anda Banjir Pelanggan

Marketing dapat diibaratkan sebuah jembatan yang menghubungkan antara produk yang Anda tawarkan dengan konsumen. Tanpa adanya marketing produk yang Anda jual tidak bisa diketahui oleh konsumen. Marketing juga memiliki macam-macam teknik dan strategi khusus agar pejualan menjadi tepat sasaran sesuai dengan target. Sebagai contoh, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa banyak orang yang berbondong-bondong membeli produk kosmetik milik Kylie Jenner? Atau pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa begitu banyak perusahaan makanan cepat saji seperti McDonald’s dan Burger King menggunakan warna merah dan kuning dalam logo mereka? Sebenarnya, perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan strategi psikologi marketing untuk membawa pelanggan berbondong-bondong datang ke tempat mereka. Banyak orang yang membeli produk kosmetik dari Kylie Jenner karena secara tidak langsung, alam bawah sadar mereka telah tertanam bahwa ‘apapun produk yang dikeluarkan, maka saya harus punya’. Begitu pula dengan warna kuning pada McDonald’s dan Burger King, banyak orang berpendapat bahwa secara psikologis, warna kuning membuat orang merasa lebih lapar.

Psikologi marketing adalah upaya memberikan pendekatan tentang motif-motif yang mempengaruhi psikis (emosi dan perasaan) terhadap suatu produk yang ditawarkan oleh pelaku bisnis. Lalu, bagaimana cara untuk mengaplikasikan psikologi marketing dengan benar pada bisnis Anda? Berikut lima tips pemasaran berbasis psikologi yang bisa Anda pelajari:

Membangun Emosi Antara Produk dan Calon Pelanggan
Emosi adalah unsur yang diperlukan dan paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Pernahkah Anda merasakan ingin membeli suatu barang hanya karena bentuknya yang lucu atau sekadar iseng? Jadi, daripada memberi tahu pelanggan Anda betapa hebatnya produk Anda dengan menunjukkan fitur dan spesifikasinya, beri tahu mereka bagaimana hal itu akan membuat mereka merasa senang, nyaman, dan puas ketika mereka memelinya. Bangun ikatan emosional antara produk yang ditawarkan dengan pelanggan sehingga mereka merasa ada koneksi diantaranya.

Fear of Missing Out (FOMO)
Salah satu trik yang bisa Anda gunakan untuk metode yang satu ini adalah dengan memunculkan frasa “jangan lewatkan!”, atau bisa juga dengan “limited edition”. Dengan adanya frasa limited edition maka akan memunculkan rasa takut ketinggalan atau takut kehabisan pada calon pelanggan, sehingga mereka akan berbondong-bondong segera membeli produk yang Anda tawarkan. Selain itu bisa juga dengan mengadakan flash sale. Jika sasaran pasar Anda tepat, maka orang-orang akan langsung berbondong-bondong menyerbu produk Anda.

Priming
Priming adalah suatu tindakan yang bertujuan untuk menyerang ingatan seseorang dengan suatu hal yang dilakukan berulang-ulang sehingga orang akan selalu mengingatnya. Sebagai contohnya adalah dengan menggunakan tagline. Dengan menggunakan tagline dan tagline tersebut diletakkan atau di ekspos dimana-mana, maka akan banyak orang-orang yang melihat dan mengingatnya. Tujuannya agar para calon konsumen mengingat tentang bisnis Anda sehingga jika suatu saat butuh maka hal yang teringat pertama kali adalah bisnis yang Anda miliki.

Harga Pengecoh (Decoy Effect)
Decoy effect adalah teknik marketing menggunakan harga pengecoh. Contohnya saat Anda membeli sebuah popcorn di bioskop, popcorn dengan ukuran kecil seharga Rp 15.000 dan popcorn ukuran besar seharga Rp 25.000. Orang akan cenderung memilih untuk membeli popcorn ukuran kecil saja. Tetapi ketika Anda menambahkan satu produk lagi sebagai decoy, sehingga produk tersebut terdapat tiga pilihan yaitu popcorn ukuran kecil seharga Rp 15.000, popcorn ukuran sedang seharga Rp 23.500 dan popcorn ukuran besar seharga Rp 25.000. Dengan teknik ini pasti banyak orang yang memilih untuk membeli popcorn ukuran besar. mereka berasumsi lebih baik membeli popcorn yang besar sekalian karena harganya lebih murah dibanding yang ukuran sedang.

Dengan keempat tips psikologi marketing tersebut, Anda dapat merebut hati pelanggan dan meningkatkan penjualan bisnis Anda. Selanjutnya, Anda hanya tinggal berfokus kepada bagaimana mengatur pengelolaan manajemen bisnis Anda dengan baik dan benar. Untuk manajemen bisnis media sosial, Anda bisa hubungi Monelo.id di instagram @monelo.id atau melalui email di Monelosmm@gmail.com.

Leave A Comment

Post Views: 147